oleh

Sri Muliana, Putri Asal Mamasa, Masuk Tim Sepak Bola Putri PSM Makassar

Tim sepak bolah putri, PSM Makassar, Sri Muliana.

Penasulbar.co.id – Sri Muliana yang kerap dipanggil Permani oleh orang dekatnya khususnya dikalangan keluarga, merupakan Alumni dari SMA Nusa Bangsa Kecamatan Tabulahan yang sekarang menempuh pendidikan di Kampus Yayasan Pendidikan Ujung Pandang  (YPUP) Makassar, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Olahraga.

Sri Muliana (Permani) merupakan mahasiswi asal Desa Salu Bakka’ Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa. Dia merupakan satu-satunya Putri dari Kabupaten Mamasa yang pertama kalinya tergabung dalam Tim Sepak Bola Putri PSM Makassar.

Saat dikonfirmasi, Perempuan asal Salu Bakka itu mengatakan, sejak kecil dirinya memang hobby dengan semua bidang ilahraga. Namun, dia lebih fokus pada Sepak Bola karna bakat dan talentanya lebih menunjol pada bidang olahraga tersebut.

“ saya sangat bersyukur dan bangga bisa diterima menjadi Tim Sepak Bola PSM Makassar”. ujar Permani.(Senin, 25/11/19)

 

Kanan, Sri Muliana bersama Tim PSM Putri.

Sri Muliana sempat bergabung dengan klup Futsal Srikandi sebelum ia bergabung dengan klub PSM Makassar.

“Pertama saya dipanggil sama Tim Futsal Srikandi. Dan saya ikut dalam Tim Srikandi posisi sebagi Kiper. Mungkin ada beberapa bulan main di Futsal saya berali ke Bola besar. Kalau tidak salah tahun 2017 yang lalu, saya dengar bakal ada liga 1 putri. Jadi saya pikir ini hal baru, ini kesempatan buat saya. Apalagi saya orang mamasa yang bisa main di kompetisi tertinggi di Indonesia” pungkasnya.

Selain ungkapan rasa syukur dan bangga dengan prestasinya, Permani juga ingin memberikan motivasi kepada semua perempuan khusunya dari Kabupaten Mamasa untuk berani berkarir meskipun harus bersaing dengan semua orang.

“Yang pertama, saya ingin membuat orang tua saya bangga dan memotivasi teman-teman untuk berani bersaing dengan semua orang. Mari kita buktikan kepada semua orang yang meragukan bahwa kita juga bisa bersaing,” terang Srimuliana.

Ia berpesan, agar para perempuan tidak berhenti mengejar impian dengan menjadikan cacian dan hinaan sebagai pendorong untuk keberhasilan.

“buat teman-teman agar terus bekerja keras. Karena tidak ada orang sukses yang tidak melewati itu semua,”. tutup Sri Muliana. (Raturayawan)

Redaktur : Nisan Parokak

Komentar