oleh

Sugeng Irianto : Program Nasional Revolusi Mental Akan Lahirkan ASN Malakbiq di Sulbar

Sekertaris BPSDM Sulbar, Sugeng Irianto. foto: duk. Pena.

Mamuju,Penasulbar.co.id – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulbar terus berupaya mendukung program nasional revolusi mental khususnya dikalangan Apatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Sekertaris BPSDM Sulbar, Sugeng Irianto, revolusi mental sebagaimana yang disampaikan Presiden RI Jokowidodo adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala.

Sugeng Irianto menjelaskan, pada prinsipnya inplementasi dari revolusi mental bagi ASN adalah perubahan polapikir dan parubahan karakter dari setiap insan pelayan publik tersebut.

perubahan polapikir ASN membuat dirinya mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan yang terus terjadi sehingga dalam kondisi apapun seorang ASN bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, Program nasional ini sejalan dengan visi-misi BPSDM Sulbar yakni melahirkan ASN Malakbiq. Melalui revolusi mental, kata Sugeng, para ASN akan memiliki perubahan karakter, pola pikir dan sikap khususnya, kedisiplinan dalam melaksanakan tugas.

“Revolusi mental ASN wujudnya bisa dilihat pada perilaku setiap ASN dalam menjalankan tugas. mereka yang metalnya telah berubah akan terlihat lebih disiplin, jujur dan bersemangat dalam bekerja,” terang Sugeng saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2020).

Ia berharap, para pejabat administrator dan pejabat Eselon IV dan Eselon III yang sudah mengikuti diklat revolusi mental bisa menginplementasikan ilmu yang mereka dapatkan lewat sikap dan prilaku dalam menjalankan tugas.

“Kami berharap para pejabat yang sudah ikut diklat revolusi mental bisa menunjukkan sikap yang lebih baik dalam bekerja di instasi masing-masing seperti lebih disiplin, jujur dan bersemangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” terang Sugeng. (ADV).

redaktur : Nisan Parrokak

Komentar