oleh

Rocky Paotonan Mengecam Pembantaian Warga Mamasa di Poso Oleh Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur

-Hukum, Nasional-2.766 views

Evakuasi korban pembantaian teroris kelompok MIT di Poso, Sulawesi Tengah. 

Jakarta,Penaaulbar.co.id – Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kembali bereaksi dan membunuh Empat warga Desa Kalimago, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah secara sadis, Selasa Pagi (11/5/2021).

Empat warga korban pembunuhan kelompok teroris MIT itu berinisial MS, S, P dan L yang diketahui berasal dari Kabupaten Mamasa, Sulaweai Barat.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh tim Satgas Madago Raya ditemukan korban 1 dan 2, dilanjutkan dengan penyisiran ditemukan lagi korban 3 dan 4,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Didik Supranoto seperti yang dilansir merdeka.com, Selasa (11/5).

Kejadian tersebut mendapat perhatian dan kecaman dari sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Mamasa yang ada diperantauan, salah satunya disampaikan IR. Rocky Paotonan.

Pengusaha tambang yang juga politisi asal Mamasa itu mengecam dan mengutuk keras pembunuhan sadis terhadap warga Mamasa di Poso, Sulteng yang dilakukan teroris Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

“Sebagai bagian dari Warga negara Indonesia dari Kalangan Minoritas asal Mamasa, saya sampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas kejadian yang dialami warga Mamasa di Poso. Saya kecam dan mengutuk perbuatan biadap itu,” ungkap Rocky di Jakarta melalui via selulernya.

Ia mengatakan, kejadian ini membuktikan bahwa Teroris masih berkeliaran bebas di Negri Kita Tercinta NKRI, sehingga kebijakan pemerintah tentang penanganan teroris perlu dievaluasi untuk mendapatkan cara paling tepat memberantas teroris secara menyeluruh dan Tuntas.

Dia juga memintah kepada Pemerintah Kabupaten Mamasa agar Memberikan “Warning kepada setiap warga Mamasa yang berada diperantauan” untuk mencari tempat bekerja yang lebih aman

“Ada baiknya Pemkab Mamasa memberikan himbaukan kepada warga agar mencari tempat bekerja yang lebih aman sehingga tidak terulang kejadian seperti ini, ” kata Rocky.

Selai itu pemkab, BPMS Gereja Toraja Mamasa juga sebaiknya memberikan “Security Warning” ke pada Warga GTM yang berada di area rentan terhadap aksi Teror.

“Kita perlu belajar dari kejadian ini. Pemkab Mamasa dan BPMS GTM sebaiknya memberikan himbauan kepada warga Mamasa agar tidak bekerja ditempat yang rentan aksi teror,” Katanya,

Rocky juga meminta kepada Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) untuk melaporkan secara resmi kepada Presiden RI akan adanya warga Gereja yang di bantai agar Pemerintah bisa mengambil langka strategis dalam menjamin keamanan seluruh lapisan masyarakat.

“PGI sebagai sebua lembaga gereja sebaiknya menyampaikan secara langsung kepada presiden RI kejadian ini agar pemerintah bisa memberikan perhatian khusus demi keamanan masyarakat di poso,” tutup Rocky. (Ns-01)

Komentar