oleh

Rapat di Lakahang, Bupati Mamasa Tegaskan Patuhi Prokes Untuk Menghentikan Penyebaran Covid-19

Bupati Mamasa, H Ramlan Badawi didampingi Dandim 1428/Mamasa saat menghadiri Rapat penanganan Covid-19 di Kantor Camat Tabulahan. Foto:Duk.pena

Mamasa,penasulbar.co.id – Jumlah pasiean Covid-19 di Kabupaten Mamasa terus bertambah. Kondisi ini menjadikan Mamasa masuk dalam kategori sona merah covid-19 dan akan melaksanakan PPKM level 3.

Penyataan itu disampaikan Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang digelar di Kantor Camat Tabulahan, Senin (26/7/2021).

Bupati Ramlan mengingatkan bahwa lonjakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Mamasa perlu disikapi secara bersama-sama.

Ia mengatakan, selama ini, Kabupaten Mamasa tergolong daerah sona oranye dan paling sedikit masyarakatnya dinyatakan positif terpapar virus corona. Namun, keadaan beruba dan Kabupaten Mamasa menjadi terbanyak warganya yang positif Covid-19 di Sulbar.

Lonjakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Mamasa terjadi di beberapa Kecamatan dan tertinggi di Kecamatan Tabulahan.

“Saat ini, jumlah masyarakat yang positif covid-19 mengalami lonjakan. Bahkan, kita terbanyak di Sulbar. Untuk Kabupaten Mamasa sendiri, terbanyak di Kecamatan Tabulahan. Jumlah kasus positif covid-19 di Tabulahan Sudah 95 orang,” terang Ramlan.

Bupati dua periode itu memintah semua jajaran pemerintah, mulai dari Camat, kepala desa, lurah dan semua kepala dusan untuk bekerja bersama dalam mencegah penyebaran virus corona.

Selain pemerintah, Ketua PAN Sulbar itu juga mengajak semua tokoh agama, tokoh hadat dan semua pihak agar ikut terlibat dalam pencegahan Covid-19.

“Mari kita bersatu padu dalam menjaga daerah kita agar orang yang sudah positif bisa cepat sembuh dan tidak bertambah atau menyebar ke orang lain. Caranya hanya satu. Kita patuhi protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan hindari kerumunan,” pinta Ramlan.

Lanjut ia menambahkan, ada dua penyebab masuknya virus di Kabupaten Mamasa. Pertama, virus masuk dibawah oleh orang luar yang berkunjung ke Mamasa. Kedua, warga Mamasa yang keluar daerah dan kembali bawah virus.

“Virus ini masuk Mamasa Karena ada orang luar yang datang ke Mamasa dan warga Mamasa yang keluar daerah lalu kembali bawah virus. Mari kita usahakan jangan keluar kalau tidak penting. Lebih baik kita dirumah saja agar terhindar dari virus corona, “pungkasnya.

Dia juga berpesan kepada masyarakat Kecamatan Tabulahan agar lebih disiplin menjalankan Prokes.

“Saya dengar ada warga yang seakan-akan tidak percaya dengan adanya covid-19 sehingga tidak mau pakai masker. Ingat virus ini benar-benar ada dan sungguh mematikan. Mari kita jaga diri dengan prokes. Jika anda sehat yang untung anda sendiri karena itu tolong patuhi Prokes,” imbuhnya. (ns-01)

 

Redaktur: Nisan parrokak

Komentar