oleh

Penyidik Kejati Sulbar Terima Pengembalian Kerugian Negera Dari Pemotongan DAK Sulbar 2020

Uang senilai 1.425.330.050 yang berhasil diterima penyidik Kejati Sulbar dari pemotongan 3% DAK Fisik pendidikan Sulbar tahun 2020.

Mamuju,Penasulbar.co.id –Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar berhasil menerima pengembalian kerugian negara sebesar 1.425.330.050 dari kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Pendidikan Sulbar tahun anggaran 2020.

Dalam Pres Liris yang digelar di Kantor  Kejati Sulbar,  Asisten Pidana Khusus Kejati Sulbar, Fery Mufahir menuturkan,  pengembalian kerugian negara tersebut berasal dari pemotongan 3 persen dari masing-masing aitem pekerjaan yang dilakukan tersangka.

Dalam keterangannya dijelaskan, para tersangka yang terdiri dari BB (Kepada Bidang SMA)  bersama BA dan AD melakukan permitaan sebesar 3% dari total anggaran kepada 82 kepala sekolah SMA penerima DAK fisik 2020.

Modus pemotongan dana tersebut, diperuntukkan untuk jasa pembuatan perencanaan seperti gambar kerja dan rincian anggaran belanja.

Menurutnya,  perbuatan ketiga tersangka tidak sesuai dengan peruntukan DAK fisik tahun 2020.

“perbuatan tersangka bertentangan dengan Peraturan Presiden nomor 88 tahun 2019, Peraturan Menteri Keuangan 130/PMK.07/2019 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 11 Tahun 2020,” terang Fery, di Mamuju, Rabu (31/3/2021)

Lanjut ia menyampaikan,  Kasus DAK pendidikan Sulbar ini telah sampai pada tahap dua, pelimpahan dari penyidik Kejati Sulbar ke Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Mamuju.

Perbuatan tersangaka melanggar ketentuan pasal 2 ayat (1) subs pasal 3 undang-undang R.I nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo pasal 55 ayat (1)ke-1 KUHP.  (Ns-01)

Komentar