oleh

Penyidik Kejati Sulbar Kembali Selamatkan Lebih 2 Milyar Uang Negara Kasus DAK Pendidikan Sulbar

Mamuju,penasulbar.co.id – Kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK)  fisik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar terus bergulir.

Kali ini Kajati Sulbar berhasil menyelamatkan uang negara pada tingkat penyelidikan DAK fisik PSMK Sulbar sebesar 2.250.272.000,-.

Hal itu disampaikan Kajati Sulbar, Johny Manurung dalam Konfrensi Pers di tenda Kejati Sulbar,  rabu (7/4/2021).

Johny Manurung menyampaikan, pihaknya  berhasil melakukan penyelamatan kerugian negara tingkat penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada Dinas Pendidikan Sulawesi Barat.

Kasus dugaan korupsi dana DAK Fisik SMK TA-2020 telah dilakukan Penyelidikan oleh Bidang Pidana Khusus berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan dari Kajati Sulbar JOHNY MANURUNG.

Kemudian dari hasil penyelidikan sebanyak 55 (lima puluh lima) Kepala Sekolah dari jumlah keseluruhan 65 Kepala Sekolah SMK se-Sulbar telah menyetorkan uang negara kepada Jaksa Penyelidik.

Sebanyak 6 (enam) Sekolah SMK yang tidak memasukkan dalam RAB untuk potongan dana DAK serta ada 4 (empat) sekolah yang belum menyetorkan uang negara ke Jaksa Penyelidik.

Bahwa uang negara yang berhasil diselamatkan Jaksa Penyelidik Kejati Sulbar pada kasus DAK Fisik PSMK Diknas Sulbar TA-2020 adalah sebanyak Rp 2.250.272.000,- (dua milyar dua ratus lima puluh juta dua ratus tujuh puluh dua ribu rupiah).

Untuk diketahui, Tahun 2020 anggaran dana DAK Fisik yang diperuntukkan keseluruhan SMK se Sulbar adalah sejumlah Rp 127.188.963.000,-

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar juga berhasil menerima pengembalian kerugian negara sebesar 1.425.330.050 dari kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik PSMA pada Diknas Pendidikan Sulbar tahun anggaran 2020. (ns-01).

Komentar