oleh

Pengembangan PAJALE di Sulbar Terkendala Minimnya Anggaran

Kepala Dinas Pertanian Sulbar, Syamsul Maarif. 

Mamuju,penasulbar.co.id – Peningkatan produksi Padi Jagung dan Kedelai (Pajale) di Provinsi Sulbar terkendala dengan minimnya ketersediaan anggaran.

Kepala Dinas pertanian Sulbar, Syamsul Maarif mengungkapkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan produksi Pajale. Hanya saja, program nasional ini tidak didukung dengan ketersediaan anggaran yang memadai.

Syamsul Maarif menyampaikan, luas lahan pengembangan PAJALE di Sulbar 198 ribu hektare. Untuk pengembangan padi 54 ribu hektare, Jagung 84 ribu hektare dan kedelai 60 ribu hektare.

“Kita tetap mendukung program pemerintah pusat dalam upaya meningkatan produksi Pajale. Namun, kita terkendala dengan minimnya anggaran,” ungkap Syamsul saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini.

Ia menyebutkan, sebagai contoh, tahun ini pemerintah pusat hanya menganggarkan 5000 hektare untuk pengembangan jagung sementara luas lahan petani jagung di Sulbar 84 ribu hektare.

“Tahun 2021, kita dapat hanya 5000 hektare sedangkan luas lahan yang mau digarap 84 ribu hektare. Sangat jauh dari harapan kita,” Pungkasnya.

Lanjut ia menambahkan, kondisi ini disebabkan oleh pendemi covid-19 yang tak kunjung berlalu.

Dikatakan, untuk memaksimalkan peningkatan produksi dibutuhkan dukungan dana, baik dari dana APBN maupun dari APBD Sulbar. Selain itu, dibutuhkan juga ketersediaan penangkaran benih di Sulbar.

” Kedepannya, kita ingin membuat penangkaran benih agar semua pengadaan benih disiapkan di Sulbar. Tetapi semua ini harus didukung dengan kesiapan anggaran, ” tutup Syansul. (Ns-01)

Redaktur : Nisan Parrokak.

Komentar