oleh

Menghadapi Pilkada Mamuju, Gerbong Tomakaka Berjalan di Dua Arah

 

Mamuju, Penasulbar.co.id – Yang namanya proses demokrasi, sudah pasti bebas, ada alat ukur. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Yayasan Tanratupattanabali, Ahmad Taufan, saat ditemui di salah satu warkop nya, Selasa (14/1/2020).

“Alat ukur lah yang membuat orang berkehendak maju dan tidak jadi maju. Alat ukur itu sendiri, macam-macam. Salah satu alat ukur dari segi finansial,”kata pemilik Kampus Universitas Tomakaka itu.

Ia mengatakan, bahwa Pilkada Kabupaten Mamuju adalah momentum yang baik untuk memperbaiki daerah.

“Yang saya mau pertegas, bahwa Pilkada Kabupaten Mamuju adalah momentum yang baik untuk memperbaiki daerah. Kita letakkan dulu itu. Itu yang saya mau katakan di gerbong saya,”ujarnya.

Lanjut Ahmad Taufan mengatakan, bahwa di setiap pemilihan adalah suatu kesempatan untuk memberi andil.

“Apakah itu kesampaian atau tidak, itu urusan yang maha kuasa. Itu dulu yang kita katakan karena kalau kita hanya berkoar-koar diluar, maka tidak akan tercapai apa yang ada dibenak pikiran kita, makanya kita harus masuk sistim,”imbuh Taufan.

Untuk mencapai apa yang ada dibenak dan pikiran, Taufan mengungkapkan, bahwa orang tersebut harus masuk di sistim.

“Salah satu contoh masuk di sistim itu lewat Pemilu. Apakah itu Pemilihan Gubernur ataukah Pemilihan Bupati. Saat ini, kita hadapi Pemilihan Bupati, sehingga salah satu dasar berpikir di gerbong kami ini adalah Pemilihan itu panggilan untuk bekerja dalam rangka mengaktualisasi apa yang ada dipikirkan kita tentang sesungguhnya mamuju ini akan lebih baik kedepan jika memiliki pemimpin yang realistis. Jadi, kita selalu pakai bahasa itu dan itulah yang mendorong kita untuk selalu berperan aktif pada setiap Pemilu. Bukan hanya Pilkada tahun ini, tapi Pilgub yang akan datang, kita juga akan berperan aktif,”tutur Taufan.

“Apakah kita menjadi pemain ataukah kita sebagai sponsor. Itu tergantung dari kondisi politik, tetapi kita tetap berkeinginan menjadi pemain karena ada cita-cita yang ingin kita wujudkan. Tetapi segala sesuatunya Tuhan yang berkehendak,”tambahnya.

Terkait dengan Pilkada Mamuju 2020, Ia mengaku, diberbagai kesempatan saya sudah sampaikan bahwa kami tetap konsisten untuk menjadi pemain.

“Dalam perjalanan menghadapi Pilkada 2020 ini, kami bekerja dengan dua arah yakni jalur perseorangan dan jalur partai politik itulah yang kita lakukan. Dalam perjalanannya, kami selalu mengevaluasi dan menganalisis untung ruginya. Artinya, untung rugi disini adalah apakah dengan perseorangan ini masyarakat bersimpati, apakah dengan partai politik masyarakat bersimpati, termasuk dianalisis kami apakah masyarakat bersimpati kalau gerbong kami ini pada posisi 01 atau 02, itulah realita politik,”tuturnya.

Olehnya itu, diberbagai kesempatan juga pihaknya mendaftarkan diri dibeberapa partai politik dengan berbagai pertimbangan. Persoalan apakah gerbong ini menjadi pilihan partai politik atau bukan, haknya hanya ingin memenuhi syarat saja dulu.

“Jadi, gerbong kami ini dibawa oleh slogan YBNU_OKEMI yang artinya Organisasi Kekerabatan Mamuju Impian Ta, karena kami punya impian untuk membangun Mamuju kedepannya,”tutup Ahmad Taufan.

(Eka)

Komentar