oleh

Mahasiswa Unismuh Makassar Gantung Diri di Majene Sulbar, ini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Majene

Foto Ilustrasi.

Majene,Penasulbar.co.id – Warga Lingkungan Passarang selatan Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene tepatnya di samping Mesjid Abubakar Assiddik digegerkan dengan penemuan mayat pemuda yang gantung diri, Rabu (26/5/21).

Diketahui indentitas korban, Muh. Naufal Dany Irwan usai 20-an tahunan (April 2001) yang merupakan mahasiswa Unismuh Makassar. Jenazah korban ditemukan di butik milik orang tuanya.

Kasat Reskrim AKP Jamaluddin menjelaskan, awalnya korban janjian dengan rekannya, Ahmad Dani Reway (saksi) dengan tujuan membahas rencana mengikuti turnamen game Free fire.

Hanya saja karena saksi ada jadwal kuliah pagi, maka pertemuan ditundak sampai selesai kuliah dan tetap direncankan di rumah korban.

Sekitar pukul 19.00 Wita, saksi tiba-tiba menerima panggilan telpon dari pacar korban atas nama Hijrah Ruddin dan meminta agar saksi segera kerumah korban karena korban mengancam ingin bunuh diri.

Tiba dirumah korban, saksi memanggil korban namun tidak ada jawaban. Kemudian saksi masuk kedalam halaman rumah korban karena gerbang dalam posisi terbuka. Saat melihat masuk kedalam butik milik ibu korban, saksi melihat korban berada di depan mesin jahit. Ia mengira korban sementara menjahit. Setelah melihat kembali kedalam ruangan, ternyata korban dalam keadaan gantung diri dan sudah dalam keadaan meninggal.

Saksi kemudian teriak memanggil ibu korban dan segera mengangkat korban. Namun, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan keadaan lidah menjulur keluar mengeluarkan kotoran dan HP korban ditemukan di dinding depan korban.

“Dugaan sementara penyebab korban gantung diri karena adanya permasalahan dengan pacarnya. Hal ini dikuatkan dengan percakapan via Chat Wa di HP korban dengan pacar korban yang intinya menyampaikan bahwa korban akan bunuh diri,”jelas Kasat Reskrim.

Humas Polres Majene

 

Komentar