oleh

Ketua Umum GMKI Angkat Bicara Soal Insiden Penikaman Wiranto

-Nasional-844 views

Ketua Umum GMKI, Korneles Galanjinjinay

 

Jakarta, Penasulbar.co.id – Publik Indonesia digegerkan dengan insiden penikaman Menkopolhukam, Wiranto oleh orang yang tak dikenal di Pandegelang Banten. PP GMKI angkat bicara, Kamis (10/10/2019).

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Korneles Galanjinjinay mengatakan, bahwa persoalan tersebut perlu dicermati dengan baik dan mendalam ditengah situasi Negara dan Pemerintahan menghadapi berbagai persoalan bangsa.

“Misalnya RUU Kontroversi, UU KPK yang baru, Masalah Papua, (Kerusuhan Wamena dan Nduga), BPJS, Kebakaran Hutan, maka pemerintah perlu hati-hati dalam merespons masalah-masalah yang terjadi, termasuk berbicara di depan publik, sehingga tidak membuat rakyat marah dan melakukan hal-hal yang membayakan pemerintahan,”ujar Korneles Galanjinjinay.

“Karena itu, menanggapi kejadian ini sebagai Ketua Umum GMKI, kami menyampaikan bahwa kami turut prihatin dengan peyerangan Menkopolhukam, karena apapun bentuknya tindakan main hakim sendiri merupakan bagian yang melanggar hukum dan HAM,”sambungnya.

Korneles Galanjinjinay juga mengimbau, rakyat harus tenang dan rasional mengamati insiden yang dialami pak Menkopolhukam Wiranto. Rakyat jangan terprovokasi.

“Kami harap, Secepatnya aparat kepolisian mengungkap dan mengumumkan motif dibalik insiden yang dialami Menkopolhukam Wiranto, perlu didalami lebih jauh oleh pihak berwenang, jangan cepat disimpulkan bahwa itu tindakan teroris,”pungkas Korneles Galanjinjinay.

Korneles Galanjinjinay juga berharap, pelaku penikaman agar dihukum sesuai undang-undang yang berlaku dan Pemerintah harus serius serta berhati-hati dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Pemerintah harus serius dan hati-hati menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang terjadi, termasuk berbicara didepan publik jangan mengecewakan dan menyalahkan rakyat. Jangan sampai ada skenario yang membuat gaduh negara dan pemerintahan, apalagi ada upaya menganggu jalannya pemerintahan menuju pelantikan Presiden 20 oktober,”tutup Korneles Galanjinjinay.

(Rls/eka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *