oleh

Kepala BPDASHL Larian Mamasa : Ratusan Hektar Hutan telah Direhabilitasi, Mari Bersama Menjaganya

-Daerah, Majene-153 views

Kepala Balai BPDASHL larian Mamasa, Abd. Halim. Foto : duk.Pena.

Mamuju,Penasulbar.co.idKepala Balai Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Larian Mamasa, Abd. Halim, terus berupaya melakukan program rehabilitasi hutan demi menjaga ketersediaan air.

Abd. Halim mengatakan, Hutan dan pohon sangat berkosntribusi dalam menjaga siklus air. Selain itu, pohon juga berperan dalam mengurangi tingkat polusi air.

“Kita selalu berusaha menjaga kelestarian hutan. Bayangkan kalau hutan gundul, datang hujan bisa terjadi longsor, banjir dan bencana alam lainnya. Yang rugi pasti kita. Selain itu, air yang kita gunakan setiap hari itu sumbernya dari pohon, jika tidak ada pohon maka dari mana kita bisa hidup karena kebutuhan pokok manusia adalah air,” tutur Abd. Halim saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/10/2019).

Ia menjelaskan, terdapat lebih 340 ribu hektar lahan kritis di Sulbar yang harus direhabilitasi. Untuk itu, pihaknya gencar melakukan program rehabilitasi dengan melibatkan masyarakat.

“Di wilayah kerja kita terdapat 340 ribu hektar lahan kritis yang harus direhabilitasi. Jadi selama ini kita memang bekerja keras dengan melibatkan masyarakat dalam melakukan program perbaikan hutan yang sudah rusak,” pungkasnya.

Lanjut Abd. Halim menjelaskan, melalui program rehabilitasi, pihaknya mampu menekan kerusakan hutan yang dibuktikan dengan data terakhir 2019, dari 340 ribu hektar lahan kritis turun menjadi 76 ribu hektar.

“Kita telah berhasil merehabilktasi ratusan ribu hektar kawasan hutan. Ini tidak dikarang-karang karena ini dipantau dengan mengunakan setelit langsung dari jakarta,” kata Halim.

Dia menjelaskan, setiap tahun, BPDAS HL Larian Mamasa memprogramkan sekurang-kurangnya 1000 hektar rehabilitasi hutan.

“Kita programkan minimal 1000 hektar per tahun. Ini disesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” imbuhnya.

Ia berharap kepada semua masyarakat yang ada disekitar kawasan hutan lindung untuk ikut menjaga kelestarian hutan sebab sumber satu-satunya air adalah hutan.

“Saya berpesan kepada semua masyarakat yang ada disekitar kawasan hutan lindung untuk bersama-sama mejaga hutan demi terjaganya cadangan air yang setiap hari kita butuhkan,” tutup Halim. (Ns-01)

Redaktur : Nisan Parokak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *