oleh

Kepala BNPB Evaluasi Perkembangan Penanganan Dampak Gempa Sulbar

Penasulbar.co.id, Mamuju – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Munardo, melakukan evaluasi terhadap perkembangan penanganan dampak gempa bumi yang terjadi 15 Januari lalu, sekaligus melakukan evaluasi terhadap penanganan Covid-19 di Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu, 31 Maret 2021.

Saat diwawancarai, Doni Munardo mengungkapkan bahwa kasus Covid-19, kemudian angka kematian dan keterisian rumah sakit di Sulbar berada pada puncaknya pada saat bulan Januari pasca gempa bumi.

“Setelah terjadi gempa, terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Sulbar. Tetapi setelah dua bulan lebih pasca gempa penanganan yang dilakukan oleh Pemprov Sulbar, terjadi penurunan kasus Covid-19 yang luar biasa,” kata Doni Munardo didepan wartawan di Marasa Corner, depan kantor Gubernur Sulbar.

“Padahal saat itu, kita sedang berduka karena terjadi gempa bumi dan pengungsi yang mendiami beberapa titik pengungsian berjumlah ratusan ribu orang,” katanya.

Dengan jumlah pengungsi yang begitu banyak, kata Doni Munardo, pihaknya sempat khawatir akan terjadi ledakan kasus Covid-19 di Sulbar. Tetapi seluruh komponen bekerjasama terus mengingatkan kepada para pengungsi untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama dipengungsian sehingga kasus Covid-19 kembali menurun di Sulbar.

“Pesan saya, kita tidak boleh lengah, tidak boleh puas dengan penurunan kasus Covid-19 yang luar biasa ini, karena Covid-19 masih ada dan belum berakhir,” ujar Doni Munardo.

“Jadi, kalau kita tidak disiplin maka Covid-19 akan kembali menyerang kita,” katanya.

(ADV/23)

Komentar