oleh

Hampir Sebulan Terisolir Akibat Bencana, Masyarakat Pangandaran Menjerit Harga Kebutuhan Pokok Melonjak Tajam

Warga Pangandaran terpaksa berjalan kaki sambil memikul kebutuhan pokok yang baru dibelanja di pasar Lakahang karena kedaraanya tertahan akibat jalan tertutup material longsor. Foto : Duk. Pena

Mamasa,penasulbar.co.id – Sudah 27 hari masyarakat Desa Pangandaran hidup dalam keterisolasian.

Sejak bencana banjir dan tanah longsor yang melandak Desa Burana pada 2 September 2021, akses jalan dari Burana ke Desa Pangadaran sekitar 70 persen tertutup tanah longsor.

Akibatnya, kebutuhan pokok masyarakat Pangadaran kini menipis dengan harga melonjak tajam.

Saat Bupati Mamasa meninjau kondisi warga Burana yang tertimpa bencana, ia telah memerintahkan Dinas PU Kabupaten Mamasa untuk membuka akses jalan ke desa tersebut.

Namun, perintah orang nomor Satu Mamasa itu tak kunjung terealisasi sampai hari ini. Alat berat , Escavator PC 200, sejak 3 minggu yang lalu telah diturunkan untuk membersihkan jalan yang hanya berjarak beberapa kilo meter tetapi sampai saat ini belum selesai.

Aparat Desa Pangandaran, Bastian mengatakan, sudah beberapa minggu alat di lokasih tetapi kebanyakan terpakir begitu saja.

Bastian menjelaskan, pekerjaan tidak lancar karena alat berat yang digunakan untuk membersihan material longsor yang menutup badan jalan ke Pangandaran rusak.

Selain rusak, ketersediaan bahan bakar juga menjadi hambatan karena pasokan BBM kelokasi tidak lancar.

“Sudah lama Exscavator PC -200 berada di lokasih untuk melakukan perbaikan jalan. Tetapi kebanyakan terparkir saja. Dihari pertama kerja, terkenala pasokan BBM yang kurang. Sekarang pak, BBM lancar tetapi alatnya lagi yang rusak, ” tutur Bastian kepada penasulbar. co id, Rabu (29/9/2021).

Ia berharap kepada Dinas PU Kabupaten Mamasa bisa mencari solusi agar pembersihan jalan secepatnya diselesaikan.

“Kami sangat berharap kepada Dinas PU Mamasa agar memberi solusi. Jika alat yang sudah ada tidak memungkinkan untuk melanjutkan pekerjaan maka kami minta supaya diganti dengan alat lain yang lebih baik, ” pungkasnya.

Di konfirmasi via selulernya, Kepala Dinas PU Mamasa, Drs. Tandi Arruan mengatakan, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan pembersihan jalan ke Pangandaran hingga tuntas.

Hanya saja, kata dia, saat ini, salah satu dari perangkat alat berat sedang dalam perbaikan.

” Kami tidak akan berhenti bekerja sampai akses jalan ke Pangandaran selesai,” ungkap Tandi Arruan.

Ia menyampaikan, besok perbaikan alat berat yang rusak akan dilakukan dan sesudah itu pekerjaan kembali dilanjutkan.

Menurutnya, pembukaan akses jalan ke Pangandaran pasca bencana merupakan bagian dari kewajiban moral dan harus dilakukan demi kemanusiaan.

“Saya telah sampaikan kepada anggota dilapangan untuk terus semangat dalam bekerja. Semua ini untuk kemanusiaan, ” pungkasnya.

Dikatakan, perbaikan jalan kepangandaran membutuhkan biaya yang besar sementara kemampuan keuangan daerah terbatas. Apa lagi, mendan yang ditempu amat berat sehingga dibutuhkan waktu untuk menyelesaikannya.

“Kami minta masyarakat bersabar. Sekalipun anggaran kita terbatas tetapi kami tidak akan behenti sampai pembersihan jalan selesai,” imbuhnya. (Ns-01)

Redaktur : Nisan Parrokak

Komentar