oleh

Bawaslu Kabupaten Mamasa Sukses Gelar Seminar Nasional

Ketfot: Dari kanan: Jeirry Sumampow (koordinator Komite pemilih indonesia), Fitrinella Patonangi (Komisioner Bawaslu Sulbar,Paulus Bosong (Rektor STT Mamasa), Ray Rangkuti (Direktur lingkar madani indonesia) dan Rustam (Ketua Bawaslu Mamasa) sedang membawakan materi.

Mamasa, Penasulbar.co.id – Bawaslu Kabupaten Mamasa bekerjasama dengan Sekolah tinggi teologi (STT)  Mamasa menggelar seminar nasional dengan tema peranan mahasiswa dalam pemilu yang jujur dan adil untuk mengawal demokrasi yg bermartabat.

Kegiatan ini di helat di aula kampus STT Mamasa, Selasa (10/3/2020) dan menghadirkan Empat orang narasumber yakni Jeirry Sumampow (koordinator Komite pemilih indonesia),  Ray Rangkuti (Direktur lingkar madani indonesia),  Dr.  Paulus Bosong, M. Pd.K (Rektor STT Mamasa)  dan Dr.  Fitrinella Patonangi,  SH.,  MH (komisioner Bawaslu Sulbar).

Seminar ini diikuti dengan sangat antusias oleh ratusan mahasiswa dan dosen yang begitu aktif menyampaikan ide dan gagasannya serta pertanyaan kepada narasumber.

Dalam sambutanya, ketua Bawaslu Mamasa, Rustam menyampaikan, kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Bawaslu Mamasa dengan STT Mamasa dengan tujuan mengkaji secara akademik tema yang diangkat dalam seminar dengan harapan para peserta memiliki pemahaman dengan kesadaran bersama untuk mewujudkan demokrasi yang bermartabat.

Foto bersama pemateri dengan peserta seminar.

Rustam juga menuturkan, peran mahasiswa sebagai sosial control dan sebagai agen perubahan (angent of cange) dimana posisi mahasiswa berbeda dengan masyarakat lainnya. Mahasiswa merupakan kelompok terpelajar yang mampu berfikir rasional dan terstruktur dalam menyikapi berbagai isu sehingga peran mahasiswa dalam berdemokrasi sangat fundamental.

” Ada kata bijak yang mengatakan ‘hari ini mahasiswa besok menjadi pemimpin’ terlebih mahasiswa STT Mamasa yang kelak akan kembali ke masyarakat dan menjadi tokoh Agama dimana dalam budaya kita tokoh agama masi sangat didengar dan dipercaya oleh masyarakat sehingga kedepan kita yakini output dari seminar ini akan tetap dibawah ditengah-tengah masyarakat dan disana akan terwujud Pemilu dan demokrasi yang baik untuk kemajuan negeri ini,” pungkas Rustam dalam sambutanya.

Suasana dalam ruangan seminar.

Baik narasumber maupun peserta yang hadir mengapresiasi inisiatif Bawaslu Kabupaten Mamasa dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ray rangkuti dalam materinya menyatakan bahwa Bawaslu Mamasa telah mengambil langkah yang tetap melaksanakan kegiatan ini untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat khususnya mahasiswa sebagai generasi penerus kepemimpinan.

Pada kesempatan yang sama, Jerry sumampow mengatakan bahwa maraknya politik uang dan isu SARA sekarang disebabkan karena rakyat masih lemah  dalam mengolah isu SARA dan pengaruh politik uang tersebut sehingga dibutuhkan langkah-langkah seperti yang dilakukan oleh Bawaslu Mamasa untuk secara kontinyu memberikan pemahaman pentingnya pemilu yg jurdil bagi masyarakat agar ada resonansi penguatan bagi rakyat.

Sementara itu, Paulus bosong dalam materinya mengungkapkan bahwa seyogianya kita bisa trus belajar dari kearifan lokal budaya lokal  Kabupaten Mamasa yg senantiasa mengedepankan kejujuran dan keadilan dalam setiap sisi kehidupan termasuk dalam penyelenggaraan pemilu.

Dari sudut pandang yang berbeda, Fitrinela dalam materinya lebih menekankan pentingnya peran kaum hawa dalam pentas demokrasi.

“perempuan harus mengambil perannya dalam pentas demokrasi dan ambil bagian dalam mewujudkan demokrasi yg bermartabat di negri ini,” tutur Komisioner Bawaslu Sulbar itu.

(Ns/23)

Komentar