oleh

19 Tahun Kabupaten Mamasa, PDAM Mamasa Belum Sumbang PAD.

Direktur PDAM Mamasa, Awaluddin.

Mamasa,Penasulbar.co.id – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mamasa belum perna menyetor PAD sejak Kabupaten Mamasa terbentuk kurang lebih 19 tahun silam.

Penyataan itu disampaikan Direktur PDAM Mamasa, Awaluddin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/4/2021).

Ia menyebutkan, jumlah pelanggan PDAM Mamasa yang berada di sekitar kota Mamasa lebih Tiga Ribu Kepala Keluarga (KK) .

Jika semua pelanggan tersebut secara sadar membayar tagihan maka dalam sebulan, PDAM Mamasa bisa menerima sebesar 130 juta -150 juta setiap bulan atau dalam satu tahun sedikitnya PDAM Mamasa bisa menerima sejumlah 1,3 Milyar dari pelanggan.

“Kalau pelanggan bisa sadar membayar iuran maka kita bisa terima lebih 130 juta per bulannya. Tapi pada kenyataannya, sampai hari ini ada sejumlah pelanggan yang tidak membayar dan sudah berbulan-bulan mereka tidak bayar iuran,” ungkap Awaluddin.

Awaluddin menuturkan, besarnya biaya teknis operasional dalam pengelolaan PDAM Mamasa menjadi penyebab belum adanya setoran PAD ke kas daerah sejak Kaputen Mamasa terbentuk.

Selain tingginya biaya operasional, kurangnya kesadaran pelanggan dalam membayar tagihan pemakaian air juga membuat PDAM Mamasa jalan ditempat.

“Kami terus berusaha untuk memberikan PAD tetapi sampai hari ini kami belum bisa karena kami masi fokus pada pembenahan,” terang Awaluddin.

Dia berharap, semua pelanggan bisa secara sadar membayar iuran yang menunggak sehingga ada keseimbangan antar hak dan kewajiban. Pihak PDAM berusaha memberikan pelayanan maksimal dan pelanggan juga berusaha memenuhi kewajibannya.

“Kami berharap ada dukungan dan kerjasama semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan termasuk pelanggan dalam menjalankan tanggungjawab masing-masing agar dimasa yang akan datang PDAM mamasa bisa memberikan layanan terbaik termasuk bisa menyumbang PAD,” tutup Awaluddin. (Ns-01)

 

Redaktur : Nisan Parrokak

Komentar